Inews Nanga Bulik – Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa isu yang menyebut uang negara tinggal Rp120 triliun tidak benar. Ia memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih dalam keadaan aman dan mampu memenuhi kebutuhan belanja pemerintah.
Menurutnya, informasi yang beredar di masyarakat tidak mencerminkan kondisi sebenarnya dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.
APBN Dikelola Secara Terukur
Pemerintah, lanjut Purbaya, mengelola APBN dengan perencanaan yang matang dan pengawasan ketat. Setiap pemasukan dan pengeluaran negara telah diatur dalam sistem yang terstruktur, sehingga tidak mungkin terjadi kekosongan kas seperti yang diisukan.
Ia juga menekankan bahwa pengelolaan keuangan negara dilakukan secara transparan dan akuntabel sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Baca juga: Hakim Sindir Pejabat Kemnaker Repot-repot Peras Swasta buat Beli Tinta dan Blangko
Likuiditas Negara Tetap Terjaga
Purbaya menjelaskan bahwa likuiditas negara tetap terjaga melalui berbagai instrumen pembiayaan, termasuk penerimaan pajak, penerbitan surat utang, serta sumber pendapatan lainnya.
Dengan mekanisme tersebut, pemerintah dapat memastikan ketersediaan dana untuk menjalankan program pembangunan dan pelayanan publik.
Minta Publik Tidak Mudah Terpengaruh Informasi
Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Pemerintah, kata dia, selalu menyampaikan kondisi fiskal negara secara terbuka melalui laporan resmi.
Masyarakat juga diharapkan dapat mengakses informasi dari sumber terpercaya agar tidak terjadi kesimpangsiuran.
Komitmen Jaga Stabilitas Ekonomi
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui pengelolaan APBN yang prudent. Dengan kondisi fiskal yang tetap terkendali, berbagai program pembangunan dan perlindungan sosial dapat terus berjalan.
Pernyataan ini diharapkan dapat menenangkan masyarakat sekaligus meluruskan informasi yang beredar terkait kondisi keuangan negara.















